Jasa Pembuatan Web dan Hosting

Hosting Indonesia

DONASI TRADISIONAL SILAT

Sunday, 1 May 2016

Ranggah Jati

 Persaudaraan Seni Beladiri Ranggah Jati  


RANGGAH JATI 2016 kebelakang merupakan perguruan seni beladiri yang bersifat Sosial Budaya. Sosial dimaksudkan dengan mengajarkan seni beladiri kepada siapa saja tanpa pandang bulu.  Guna lebih menjalin persaudaraan antar sesama diharapkan lebih memberikan manfaat positif. Budaya bermaksud memberikan nilai positif dalam kehidupan bersosial masyarakat, sehingga suatu persaudaraan selalu mengedepankan kerukunan dan rasa saling menghormati satu dan lainnya. 

RANGGAH JATI 2016 Kedepan diharapkan menjadi perguruan beladiri yang bukan sekedar bermanfaat dalam membangun Sosial dan Budaya, diharapkan juga manfaat dalam memantapkan spiritual. Spiritual bermaksud mendalami jati diri sebagai makhluk yang diciptakan Allah, serta memahami posisi dan kewajiban diri dalam hubungan dengan sesama, hubungan dengan Allah dan dengan alam semesta. Diharapkan senantiasa tunduk dan taat kepada segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Demikian diharapkan pula menjadi manusia yang teguh, sabar, tabah, senantiasa memperbaiki diri dan meningkatkan kuwalitas diri, menjadi manusia yang kuat jiwa, raga, cipta, rasa dan karya penuh manfaat bagi sesama makhluk. 


Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, (QS Al-Ahzab 72)

Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Dari Abu Hurairah Radiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: “Orang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah, namun pada masing-masing (dari keduanya) ada kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan jangan menjadi lemah. Jika kamu ditimpa sesuatu, jangan berkata seandainya aku berbuat begini, maka akan begini dan begitu, tetapi katakanlah Allah telah menakdirkan, dan kehendak oleh Allah pasti dilakukan. Sebab kata ‘seandainya’ itu dapat membuka perbuatan setan.” [HR. Muslim].*